Cari

Menghadapi Pasang Surut Kehidupan dengan Berkarakter



Pandangan Swami Vivekananda tentang Kekuatan Karakter

Pada saat kita berdiri di tepi pantai kita mendengar suara gelombang laut yang besar memecah pantai. Kita tahu bahwa gelombang besar itu terdiri dari jutaan gelombang kecil yang tidak dapat kita dengar suaranya. Demikian pula denyut jantung yang kita rasakan adalah suara dari banyak sekali pekerjaan organ. Karya-karya besar merupakan total dari sejumlah pekerjaan kecil-kecil. Jika kita ingin melihat karakter seorang seseorang jangan melihat penampilannya yang luar biasa. (Orang yang bodoh bisa menjadi pahlawan pada saat dan kondisi tertentu). Perhatikan seseorang dalam tindakannya sehari-hari, orang yang hebat karakternya selalu baik di mana pun dia berada.


Karma, tindakan berpengaruh pada manusia. Manusia menarik semua kekuatan alam semesta yang datang dalam gelombang yang besar. Baik dan buruk, sengsara dan bahagia semua berlari ke arahnya. Dia memiliki kekuatan untuk menarik dan membuang apa saja yang datang kepadanya.


Kecenderungan-kecenderungan tindakan dalam menghadapi semua masalah itulah karakter dia

Semua tindakan yang kita lihat di dunia, hanyalah wujud dari pemikiran, manifestasi dari kehendak manusia. Mesin, alat, kota, kapal atau perang, hanyalah manifestasi dari kehendak manusia. Dan itu dicirikan oleh Karma. Seperti halnya Karma, begitu juga manifestasi kehendak. Orang-orang yang luar biasa hebat, yang dihasilkan oleh dunia adalah para pekerja yang luar biasa, berjiwa besar yang cukup kuat untuk menjungkir-balikkan dunia. Mereka memperolehnya dengan kerja keras abad demi abad. Darimana datangnya akumulasi kekuatan mereka? Pikiran mereka telah eksis selama berabad-abad dan selalu berkembang bahkan sampai hari ini.


Semua ini ditentukan oleh Karma, Tindakan. Tidak ada yang bisa memperoleh apa-apa kecuali dia menghasilkannya. Seorang manusia berjuang seumur hidupnya demi kekayaan, mungkin dengan menipu ribuan orang. Tapi akhirnya dia menemukan bahwa dia tidak pantas menjadi kaya. Hidupnya terganggu dan bermasalah. Orang bodoh dapat membeli semua buku di dunia, dan mereka akan ada di perpustakaannya, tapi ia hanya bisa membaca apa yang layak untuknya. Karma kita menentukan apa yang layak kita dapatkan. Sumber: Complete Works of Swami Vivekananda Volume 1 karma yoga effect on character


Mind yang Selalu Bergejolak Membuat Karakter Tidak Mantap

Mind mempunyai sifat tidak pernah tenang, selalu bergejolak. Pada orang yang hebat mind sudah tidak eksis lagi. Orang Yang Telah Bisa Melampaui Mind Mempunyai Karakter yang Mantap dan Pantas Diteladani....


Keberadaan mind tergantung pada paham dualisme. Dualitas adalah Iandasan mind. Tidak ada mind tanpa dualitas. Mind selalu membedakan antara kepentingan diri dan kepentingan orang lain. Ia akan menugaskan pancaindera dan badan untuk berbuat apa saja yang menguntungkan bagi dirinya.

Mind menciptakan konlik. Mind tidak pernah tenang, tidak bisa tenang. Ia selalu bergejolak. Gejolak mind berkurang ketika ia mulai terserap oleh inteligen. Demikian, secara pelahan tetapi pasti mind seolah mengalami kematian dan inteligen makin berkembang.


Ketika mind mengalami kematian sempurna, maka terjadilah keadaan yang disebut the state of no-mind – keadaan di mana mind sudah tidak eksis lagi. Saat itu, manusia seolah lahir kembali sebagai The Awakened One!


Inilah keadaan yang secara metaforis disebut Kerajaan Allah oleh Yesus: “… jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Perjanjian Baru, Yohanes 3:3

Buddha bukanlah nama orang, tetapi nama keadaan. Buddha adalah pencapaian jiwa tertinggi, yang dapat dicapai ketika ia masih berbadan. Hendaknya istilah “Buddha” tidak selalu dikaitkan dengan agama tertentu. Istilah ini bersifat sangat generik, segenerik istilah “manusia”, “air”, atau “dunia”.

Seorang disebut Buddha karena ia telah terjaga dari tidur panjang yang disebabkan oleh hypnosis massal. Ia sudah tidak lagi terpengaruh oleh pendapat-pendapat orang tentang dirinya, karena ia telah mengenal dirinya. Ia telah menemukan potensi dirinya, jadi ia tidak bingung. Ia tidak ragu. Ia menjalani hidupnya tanpa kebimbangan.


Ketika mind mengalami kematian sempurna, maka terjadilah keadaan yang disebut the state of no-mind – keadaan di mana mind sudah tidak eksis lagi. Saat itu, manusia seolah lahir kembali sebagai The Awakened One!


Dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2012). Neo Spiritual HYPNOTHERAPY, Seni Pemusatan Diri Untuk Bebas Dari Pengaruh Hipnosis Massal. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)




Menghadapi Pasang-Surut Kehidupan dengan BerKarakter

Intinya adalah apa yang kita alami tidak sesuai dengan keinginan kita, sehingga muncul rasa kecewa. Seringnya kita kecewa membuat karakter kita tidak mantap.


Kita dapat mengharapkan sesuatu pada anak kita, pasangan kita tapi mereka mungkin mempunyai harapan yang berbeda dengan kita. Saya ingin dia memperhatikan saya, itu keinginan saya. Bagaimana dengan keinginan dia? Akan selalu ada konflik, tak ada dua mind, pikiran yang sama. Bisa kecewa pada pekerjaan, pada pasangan, pada anak. Sekalipun dalam satu pikiran kita saja, banyak konflik yang terjadi.


Walaupun orang yang satu ranjang dengan kita, selalu saja berbeda sehingga timbullah kekecewaan. Walaupun pasangan yang terbaik selalu ada kekecewaan dan tidak ada akhirnya.

Konsekuensi hidup kita memang demikian. Semua terjadi bila kita fokus pada aku dan pikiranku. Selalu ada stress, ketegangan.


Cara mengatasinya bisa satu per satu selesaikan setiap hari. Percayalah banyak orang melakukan hal demikian. Selesaikan stress satu hari dengan minum, nonton film atau lari dari masalah atau kadang menghadapi masalah.

Ada cara Kedua adalah hidup secara spiritual. Semua masalah tetap ada tidak perlu menjadi pengembara. Kita bisa hidup spiritual di rumah dengan memperluas visi kita. Memperluas visi kita bahwa kita adalah human being, kita adalah manusia. Planet ini lebih dari 6 milyar mendekati 7 milyar manusia. Kita tidaklah unik.


Tubuh kita tidak unik. Masalah kita tidak unik,itulah cara hidup. Cara melihat hidup secara spiritual.


Saya gundah tidak dapat memakai sepatu sampai saya melihat orang tanpa kaki.”


Kita melihat sesuatu dengan lebih jernih. Kita naik melampaui masalah kita. Masalah tetap ada. Tapi saya bukan satu-satunya orang yang menghadapi masalah ini.


Kemudian, pada waktu kita melihat masalah kita, kita bisa membantu masalah orang yang mengalami hal sama. Kita melihat orang lain lebih susah, dan kita berubah. Sangat damai, very peaceful.


Kita menghadapi masalah dan kita melihat dengan pandangan lebih baik. Tidak pergi ke hutan. Tidak duduk 4 jam. Spiritual tidak berarti melakukan yoga 18 jam sehari atau jadi pengembara. Tapi mempunyai perspektif spiritual. Ini merupakan usaha yang panjang. Saya harus melihat dengan pandangan yang lebih besar. Perspektif yang lebih luas.


Penjelasan lebih lanjut silakan simak video youtube: How to Deal with Life Disappointments (by Anand Krishna)



18 tampilan0 komentar

Postingan Terkait