Cari

Benah Diri, Be the Change, Memberdaya Diri



Jalan Kehidupan kita ditentukan oleh diri kita sendiri dari akumulasi pilihan-pilihan yang telah kita lakukan

Setiap orang selalu dihadapkan pada pilihan sebelum melakukan sesuatu: 1. Melakukannya, 2. Tidak Melakukannya, 3. Mengambil pilihan lainnya. Oleh karena itu seseorang harus bertanggungjawab dengan apa pun yang telah dipilihnya. Bahkan jalan kehidupannya ditentukan oleh dirinya sendiri dari akumulasi pilihan-pilihan yang telah dilakukannya.


Berhati-hati dengan Pergaulan

Kesan-kesan dari masa lalu ini boleh diumpamakan sebagai file yang sudah di-delete, tapi belum musnah, masih ada di hard-disk, masih bisa di-retrieve. Retrievable file ini, walau tidak “se”-berbahaya file memori yang masih terpakai, tapi tidak aman-aman pula. Retrievable Files hanya membutuhkan trigger kecil, pemicu berkekuatan rendah di luar, untuk muncul kembali ke permukaan.

Kita memerlukan Satsang, Pergaulan dengan mereka yang baik”. Tidak perlu bermusuhan dengan dengan mereka yang kurang baik, tetapi kita juga perlu menghindari pergaulan yang tidak menunjang kesadaran. Pergaulan yang tidak menunjang kesadaran dapat memicu retrievable files ini.


Kehendak yang Kuat untuk Melakoni

Napoleon Hill sadar bahwa 98 % orang memang tidak yakin. Mereka tidak percaya pada apa yang mereka lakukan. Mereka tidak percaya pada keberhasilan apa yang mereka kerjakan. Mereka tidak percaya pada pekerjaan mereka. Itulah sebabnya hanya 2 % orang yang meraih keberhasilan sejati. Sisanya dalam keadaan limbo, kaya tapi tidak berhasil. Atau, tidak kaya dan tidak berhasil. Kendati demikian, jangan putus asa. Hill meyakinakn kita bahwa “kurang percaya diri”, “kurang yakin” adalah penyakit yang dapat disembuhkan


Kali ini kami pilih beberapa Kutipan dari buku Be the Change dan silakan baca buku lengkapnya untuk lebih mendalaminya.


Butir # 1 Change Yourself

Kau sendiri mesti menjadi perubahan seperti yang kau inginkan terjadi dalam dunia. Perubahan mesti dimulai dari diri sendiri. Jangan mengharapkan perubahan dari dunia luar. Jangan menunda perubahan diri hingga dunia berbeda. Coba perhatikan, dunia ini senantiasa berubah. Kalau kita tidak ikut berubah, kita menciptakan konflik antara diri kita dan dunia ini.


Butir # 2 You Are in Control

"Tak seorang pun dapat menyakitiku bila aku tidak mengizinkannya". Bila ingin menjadi seorang pemimpin, jangan memelihara virus sakit hati. Terlebih lagi jangan sampai penyakit itu dijadikan pemicu dan motivasi untuk maju ke depan. Bila kita merasa bisa disakiti, kita sungguh lemah. Perasaan itu saja sudah membuktikan bahwa kita tidak layak untuk mnjadi pemimpin.


Butir # 3 Forgive and Let It Go

Seorang lemah tidak dapat memaafkan. Kemampuan untuk memaafkan hanya ada pada mereka yang kuat…. Bila pencungkilan mata dibalas dengan mencungkil mata, seluruh dunia akan menjadi buta. Memaafkan berarti tidak membenci para pelaku kejahatan. Bujuklah mereka, berilah kesempatan untuk mengubah diri. Namun bila mereka tidak memanfaatkan kesempatan itu, tidak mau mengubah diri dan tetap menggunakan kekerasan, kewajiban kita lah untuk memastikan mereka dikarantina beberapa waktu.


Butir # 4 Without Action You Aren’t Going Anywhere

Satu ons tindakan lebih baik daripada berton-ton dakwah. Bicara memang mudah. Melakoni sesuatu memang tidak mudah, tetapi apa arti sesuatu yang hanya dibicarakan, dan tidak dikerjakan, tidak dilakoni? Bundelan buku di atas seekor keledai, kata Imam Ghazali, tak mampu mengubah keledai itu menjadi seorang cendekiawan.


Butir # 5 Take Care of This Moment

Aku tak ingin melihat apa yang dapat terjadi di masa depan. Aku peduli pada masa kini. Tuhan tidak memberiku kendali terhadap apa yang dapat terjadi sesaat lagi. Seperti inilah kejujuran seorang Gandhi. Ia tidak mengaku dapat melihat masa depan. Ia tidak mengaku memperoleh bisikan dari siapa-siapa. Ia mengaku dirinya orang biasa, tidak lebih penting darpada orang yang derajatnya paling rendah, paling hina dan dina. Gandhi tidak ragu, tidak bimbang, tidak bingung, karena ia hidup dalam kekinian. Ia bisa bertindak sesuai dengan nuraninya karena tidak menghitung laba-rugi.


Butir # 6 Everyone Is Human

Aku hanyalah seorang manusia biasa yang dapat berbuat salah seperti orang lain juga. Namun, harus kutambahkan bahwa aku memiliki kerendahan hati untuk mengakui kesalahanku dan memperbaikinya.


Butir # 7 Persist


Butir # 8 See the Good in People and Help Them


Butir # 9 Be Congruent, Be Authentic, Be Your True Self


Butir # 10 Continue to Grow and Evolve


Semua buku-buku karya Bapak Anand Krishna memang merupakan alat untuk Benah Diri, untuk Memberdaya Diri, Memperbaiki Diri. Demikian juga semua latihan Meditasi, Yoga dll di Anand Ashram bertujuan untuk Memberdaya Diri. Ikuti kelas Meditasi Ananda's Neo Self Empowerment bersama AKC Joglosemar. Informasi dan Pendaftaran hubungi 087888858858/0816677225/082227774618



Sumber : (Krishna, Anand. (2008). Be The Change, Mahatma Gandhi’s Top 10 Fundamentals For Changing The World. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)