Cari

Solusi Tidur Nyenyak Bagi Penderita Migrain (Sakit Kepala)

Diperbarui: 27 Jan

Taukah anda bahwa hingga saat ini ilmu medis belum dapat menemukan penyebab pasti sakit kepala. Hampir semua orang menganggap bahwa sakit kepala hanya bisa diatasi dengan obat-obatan. Padahal pada kenyataannya obat-obatan yang beredar luas hanya dapat menghilangkan rasa nyeri dan membuat kita hanya “merasa” sembuh.


Gejala sakit kepala yang terus menerus berulang disebut dengan migrain. Migrain adalah suatu gangguan pada neurovascular yang disebabkan oleh inflamasi neurogenic. Saat anda mengalami migrain, maka anda akan merasakan nyeri di bagian kepala yang lebih dominan di satu sisi dan berlangsung selama kurang lebih 4-72 jam.

Sakit Kepala atau Migrain

Migrain dan susah tidur atau yang biasa disebut dengan insomnia selalu berikatan erat. Jika migrain tidak kunjung reda, dapat dimungkinkan bahwa anda akan mengalami kesulitan untuk tidur atau tidak bisa tidur cukup lama sesuai waktu yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini tentunya akan sangat mengganggu segala aktivitas sehari-hari anda.


Solusi agar penderita migrain atau sakit kepala dapat tidur dengan nyenyak

Menurut para ahli, manusia harus tidur setidaknya 7-8 jam per hari. Jika kurang dari durasi tersebut tubuh akan otomatis mengalami banyak gangguan dan tidak fit. Namun jangan khawatir, ada solusi yang akan membantu anda untuk mengatasi migrain dan bisa memperbaiki pola tidur anda:



  1. Lakukan Humming. Lakukan humming atau berdengung dengan mata dan mulut yang tertutup. Jika anda penderita migrain, anda dapat melakukannya dengan posisi tidur atau duduk selama 5-10 menit. Bagi penderita insomnia, maka anda harus melakukannya dengan posisi tidur atau berbaring selama 15-20 menit sebelum tidur.

  2. Lakukan pernapasan perut. Jika humming masih belum bisa membantu anda untuk tidur. Maka lakukanlah pernapasan perut disertai dengan berbaring ke arah kanan. Lakukan pernapasan perut. Buang napas melalui hidung dan kembungkan. Satu kali penarikan dan pembuangan dihitung satu ronde. Lakukanlah hal ini selama 9 ronde. Selanjutnya berbaring telentang, dan lakukanlah pernapasan perut selama 18 ronde. Terakhir, berbaring ke arah kiri kemudian lakukan pernapasan perut selama 9 ronde lagi.

  3. Lakukan postur Buddhasana. Postur buddhasana adalah salah satu postur Asana penemuan khas Anand Ashram. Postur ini sering dilakukan oleh Siddhartha Gautama Buddha saat berbaring.

  • Berebahlah miring dengan kepala bersandar pada telapak tangan kanan. Lengan kiri diatas kaki kiri, rileks dan jangan tegang. Bernapaslah secara pelan-pelan, santai sambal menikmati rileksasi yang sedang dialami seluruh badan. Pertahankan postur ini selama masih merasa nyaman.

  • Selanjutnya gantilah posisi dengan kepala yang bersandar kearah kiri dengan santai dan rileks. Pertahankan selama masih merasa nyaman.

  • Setiap posisi cukup dilakukan sekali.


Sumber: (Krishna, Anand. (2008). Sehat Dalam Sekejap Dengan Meditasi Dinamis Ananda (MeDinA), Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

6 tampilan0 komentar

Postingan Terkait