Cari

Dampak Buruk Menghindar dari Konflik atau Masalah

Diperbarui: 25 Mar


Konflik seringkali menguras emosi dan tenaga, oleh sebab itu sebagian orang memilih untuk melarikan diri dari konflik. Hal tersebut biasanya dilakukan karena mereka tidak ingin terlibat masalah yang lebih dalam. Menghindar dari konflik nyatanya malah memberikan efek yang buruk. Apabila diteruskan, kebiasaan ini dapat berdampak buruk terhadap kesehatan dan kehidupan.


Ciri-ciri seseorang menghindar dari konflik

Ada beberapa sikap dan perilaku yang menjadi tanda bahwa Anda sengaja menghindari konflik. Sejumlah sikap dan perilaku yang menjadi tandanya, antara lain:

  • Sengaja menghindari percakapan dengan orang yang terlibat konflik

  • Memilih bertahan dalam situasi yang tidak nyaman daripada bersikap terbuka

  • Stonewalling, menyangkal adanya masalah dengan diam atau sikap pengabaian

  • Mengubah topik pembicaraan secara sengaja ketika terlibat dalam obrolan yang dapat memicu perdebatan


Dampak buruk menghindari konflik untuk Kesehatan

Menghindari konflik dapat berdampak buruk terhadap kesehatan pelakunya. Tak hanya memicu penyakit, kebiasaan ini juga bisa mengakibatkan munculnya masalah kesehatan mental tertentu dan mengganggu hubungan Anda dengan orang lain.

Ketika menghindari perselisihan, Anda mengkompromikan perasaan yang sebenarnya. Lama-kelamaan, hal tersebut dapat membuat frustasi, sebelum kemudian memengaruhi kesehatan Anda.

Menurut sebuah penelitian berjudul “Emotion Suppression and Mortality Risk Over a 12-Year Follow-up”, memendam emosi bisa meningkatkan risiko kematian dini. Selain itu, memasang senyum palsu untuk menyembunyikan emosi juga berpotensi memicu depresi dan perasaan kesepian di dalam diri Anda.

Hubungan Anda dengan orang lain juga akan terpengaruh akibat menghindari konflik. Saat menjauhi konflik, Anda dengan sengaja memutuskan komunikasi dengan orang lain secara jujur.

Beberapa orang mungkin merasa bahwa tindakan tersebut bisa membantu menyelesaikan perdebatan. Namun, konflik yang tidak diselesaikan dalam jangka panjang dapat merusak hubungan Anda dengan orang tersebut.


Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan menghindari konflik?

Refleksi diri dapat membantu Anda untuk lebih siap menghadapi konflik di masa depan. Kenali masalah apa saja yang menjadi pemicunya, lalu pikirkan mengenai bagaimana tindakan untuk menyelesaikannya. Semakin banyak Anda berlatih refleksi diri, kebiasaan menghindari konflik akan menghilang dengan sendirinya seiring waktu berjalan.

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk Refleksi diri yaitu dengan meditasi. Meditasi membantu kita untuk menenangkan diri dan berpikir lebih jernih. Tubuh dan pikiran yang sama-sama rileks membuat masing-masing pihak tidak cepat tersulut emosi sehingga bisa berpikir lebih rasional untuk menyelesaikan masalah.



SEGERA IKUTI!


Kelas Meditasi dan Yoga bersama AKC Joglo Semar via Offline maupun Online

  • Ananda’s Neo Self Empowerment : Setiap Senin Pukul 19.00 WIB (Offline)

  • Ananda’s Neo Self Empowerment : Setiap Sabtu Pukul 16.00 WIB (Online)

  • Ananda’s Neo Kundalini Yoga : Setiap Kamis Pukul 19.00 WIB

Informasi dan Pendaftaran: 087888858858 / 0816677225 / 082227774618

40 tampilan2 komentar

Postingan Terkait