Cari

Cara Mudah Meditasi untuk Sehari-hari

Apakah kalian sering merasa cemas, gelisah, ataupun resah?
Sebenarnya apa sih cemas itu?
Wajar tidak ya hal seperti ini terjadi di dalam diri kita?

Terkadang muncul beberapa pertanyaan-pertanyaan akan hal tersebut. Mari kita bahas satu persatu ya...


Cemas adalah perasaan gugup atau gelisah. Biasanya orang akan mengalami rasa cemas ketika berhadapan dengan situasi tertentu, seperti sebelum wawancara kerja, sebelum ujian, saat harus mengambil keputusan penting, atau ketika menunggu hasil pemeriksaan dokter, dan masih banyak situasi-situasi yang lain.



Rasa cemas merupakan reaksi alami tubuh terhadap stres, yang sebenarnya bermanfaat untuk membuat kita menjadi lebih berhati-hati dan waspada. Merasa cemas merupakan hal normal atau wajar. Namun, rasa cemas bisa menjadi tidak sehat jika sering muncul secara berlebihan, sulit dikontrol, atau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini disebut sebagai gangguan kecemasan. Berikut beberapa jenis gangguan kecemasan, antara lain:


1. Gangguan panik

Penderita gangguan panik akan mengalami serangan panik secara tiba-tiba dan berulang kali tanpa alasan yang jelas. Frekuensi dan tingkat keparahannya pun bervariasi. Seseorang dengan gangguan panik merasa seperti akan diserang kapan saja dan di mana saja. Gangguan panik biasanya berlangsung kurang dari 10 menit, tetapi ada juga yang berlangsung hingga satu jam atau lebih.


2. Gangguan kecemasan sosial

Gangguan kecemsan sosial atau fobia sosial merupakan rasa cemas atau takut yang luar biasa terhadap situasi sosial atau interaksi dengan orang lain, baik sebelum, sesudah, maupun selama berada dalam situasi tersebut. Orang dengan gangguan kecemasan sosial akan merasa takut untuk mengatakan atau melakukan sesuatu di depan orang lain atau di tempat umum, karena menganggap hal tersebut akan mempermalukan mereka.


3. Gangguan kecemasan umum

Jenis gangguan kecemasan ini membuat penderitanya merasakan cemas secara berlebihan yang menetap dalam waktu lama, biasanya hingga lebih dari 6 bulan. Seseorang yang menderita gangguan kecemassan umum biasanya tidak bisa fokus pada suatu hal, sulit berkonsentrasi, dan tidak bisa merasa santai. Pada beberapa kasus, rasa cemas ini bisa begitu berat hingga menimbulkan depresi.


Beberapa gangguan kecemasan ini dapat disebabkan oleh adanya masalah pada fungsi otak yang mengatur rasa takut dan emosi. Hal ini dapat mengganggu kualitas hidup kita. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi gangguan kecemasan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan MEDITASI.



Lalu cara meditasi seperti apa yang dapat dilakukan sehari-hari untuk mengatasi gangguan kecemasan tersebut?

Anda boleh duduk di sebuah kursi atau lantai tetapi yang terpenting adalah posisi punggung harus tetap tegak lurus.

Hal ini dikarenakan adanya aliran prana, yaitu aliran kehidupan di dalam tubuh kita. Mungkin pernah mendengar istilah chi atau qi dalam bahasa Jepang yang artinya sama dengan prana, mengalir ke otak kita. Pusatnya terdapat di bagian otak kita, makanya penting sekali untuk duduk dengan posisi tegak. Dan supaya tidak terpengaruh dengan apa yg sedang terjadi di sekitar kita maka lebih baik untuk memejamkan mata supaya lebih rileks.


Memang diawal, jika tidak terbiasa apalagi jika kita memiliki kegelisahan, maupun gangguan kecemasan maka akan muncul pikiran-pikiran di otak kita seperti: "aduh kapan utangku lunas ya" "aduh apa yang terjadi jika aku ditolak ketika mengajukan proposal kerja ya" "aduh lagi pengen makan ini deh", dan masih banyak lagi. Macam-macam pikiran inilah yang sedang terlintas dalam benak kita, itu wajar! Nah, fungsi dari meditasi adalah supaya kita tidak terlalu tenggelam di dalam semua benak kita. Bayangkan saja jika dalam sehari kita memiliki 6000 pikiran, sangat banyak bukan? Makanya bagaimana kita tidak menjadi gila, gelisah, bahkan cemas jika menuruti pikiran-pikiran ini semua? Dengan kita memejamkan mata dan memperhatikan nafas, karena nafas itulah yang paling mudah dan selalu kita bawa kemana-mana.


Ketika kita memejamkan mata kita berkomitmen pada diri kita bahwa "aku sedang memperhatikan nafas, aku tarik nafas lewat hidung dan aku buang nafas lewat hidung juga". Ucapkan afirmasi tersebut berkali-kali di dalam diri. Pada saat kita tarik nafas dan buang nafas lewat hidung yang seharusnya terjadi adalah ketika kita tarik nafas perut dikembungkan dan ketika buang nafas perut dikempiskan. Jika masih bingung, untuk permulaan bisa dilakukan dengan buang nafas terlebih dahulu sambil mengosongkan perut dengan menekannya menggunakan tangan supaya dapat merasakan. Ketika tarik nafas perut dikembungkan dengan posisi tangan masih di perut agar dapat merasakan perut yang mengembung. Lakukan hal ini berkali kali agar fokus kita dialihkan pada proses nafas.



Ingat! Tarik nafas perut dikembungkan - buang nafas perut dikempiskan, tarik nafas perut dikembungkan - buang nafas perut dikempiskan. 

Nah lakukan terus-menerus dan jangan kaget saat melakukan proses itu pasti akan terlintas pikiran yang lalu lalang dipikiran kita. Itu wajar karena itu sifat alami mind kita. The tought comes and goes, wajar! Jadi jangan coba-coba untuk memikirkannya, don't mind the mind!


Ketika kita sedang menutup mata tiba-tiba muncul pikiran "aduh aku belum selesaikan deadline" "aku akan dimarahi bos nih" "nnti habis ini masih ada zoom meeting lagi". Jangan langsung mengusir pikiran-pikiran tersebut, tetapi cukup dengan menyadarinya, memahaminya bahwa itu terlintas dalam benakku "oke, i know, aku menyadari kamu, tapi sekarang aku sedang dedikasikan waktu ini untuk memperhatikan nafasku". Aku tarik nafas - aku buang nafas, aku tarik nafas - aku buang nafas. Nah awalnya hanya begitu saja, dan ketika kita balik lagi pada nafas kita, kita akan selalu diingatkan oleh tujuan kita kenapa kita duduk dan memejamkan mata yaitu tujuannya dalah sedang bermeditasi.



Meditasi adalah untuk melatih mengolah mind kita supaya tidak menjadi liar, gelisah, resah, cemas, maupun kesepian dan lain sebagainya. So lakukan hal ini secara rutin ya! Kelihatannya mudah bukan? Memang mudah sebetulnya, tetapi it takes pratice! Seperti jika Anda ingin mahir main piano tidak mungkin hanya sekali main piano akan langsung mahir, pasti butuh latihan beberapa jam setiap harinya, dan akhirnya akan mahir. Jika Anda ingin mahir melukis tidak mungkin sekali melukis langsung mahir. No! Pasti butuh latihan juga untuk membuat garis dan berkali-kai latihan melukis agar tangan menjadi lebih luwes.


Sama halnya dengan melatih mind kita, don't get to over ambisious! Tips! Di awal-awal lakukan saja selama 5 menit yaitu 5 menit di pagi hari, 5 menit di siang hari, dan 5 menit di malam hari sebelum tidur. Jangan langsung berpikiran "aku mau 1 jam ah" karena ini akan membuat kita langsung cepat menyerah. Ingatlah pepatah sedikit demi sedikit lama-kelamaan menjadi bukit. Inipun berlaku ketika melatih mind kita melalui meditasi. Jangan putus harapan dan Anda akan melihat dan merasakan hasilnya sendiri . Seluruh kegelisahan, kecemasan, keresahan, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan mental emosional dapat diatasi dengan latihan yang simple ini. Namun memang perlu dilakukan secara rutin yaitu 5 menit selama 3 minggu pertama untuk pemula. Setelah itu tingkatkan kemampuan Anda menjadi 10 menit selama 3 minggu lagi. Lalu meningkat menjadi 15 menit, dan akhirnya bisa mencapai 20 menit. Untuk 20 menit ini lakukanlah sehari 2x namun jika belum sanggup dapat dilakukan sehari 1x dulu. Always have time to meditate!


"Selamat berlatih ya! Kalian pasti bisa jika memang ada niat untuk melakukannya! Semangat!"




Jika anda ingin tau lebih mendalam lagi mengenai cara bermeditasi dapat membaca buku Ananda's Neo Sef Empowerment yang ditulis oleh Bapak Anand Krishna.


SEGERA DAPATKAN!


Buku Ananda's Neo Self Empowerment (sumber memberdaya diri bagi orang modern)