Cari

Waktu adalah Segalanya!

Diperbarui: 18 Apr


Time isn't the main thing, it's the only thing.

"Waktu bukanlah sesuatu yang utama, ia adalah segalanya."


Siapa dari kalian yang membaca quote di atas, dan setuju dengannya


Miles Dewey Davis III adalah seorang komposer, pemimpin band, dan pemain trompet yang pada masanya dijuluki Picasso-nya Jazz. Kita tentu setuju bahwa orang-orang yang kita anggap hebat dan berkontribusi bagi masyarakat pasti punya kebiasaan yang hebat pula.


Seperti yang kita sering baca dan dengar, jika ingin sukses maka lakukanlah kebiasaan-kebiasaan yang menunjang kesuksesan tersebut. Mengapa membangun kebiasaan ini sangat penting? Seperti yang sudah kita ketahui bahwa kebiasaan adalah pola tertentu dalam keseharian kita yang berulang dan konsisten. Pola tersebut, seringkali tidak kita sadari dan lama-kelamaan menjadi bagian dari diri kita. Dan celakanya, kebiasaan tersebut pada akhirnya mendefinisikan siapa kita. Tidak peduli kebiasaan itu menunjang atau tidak menunjang, kualitas hidup kita dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan tersebut.



Jika waktu adalah segalanya seperti kata Davis, maka apa yang salah dari kebiasaan kita memperlakukan waktu yang kita punya?

Betul sekali! PENUNDAAN! Menunda untuk menyelesaikan pekerjaan, atau bahasa gaulnya adalah "entar..entar deh.."

Siapa diantara kalian yang tidak pernah merasakan sulitnya menolak kenikmatan menunda? Baik itu menunda pekerjaan ataupun menunda keputusan yang perlu kita segera ambil. Pernahkan kita menomorduakan penyelesaian pekerjaan penting dan mengatakan akan merapikan baju atau rak buku dulu, agar kita tidak merasa bersalah dibilang malas. Lagipula, merapikan barang-barang perlu waktu dan upaya juga. Belum lagi mensortir tiap barang secara detail, dan memastikan tidak ada debu di rak-rak penyimpanan kita. Tidak buruk dong? Kan aku juga tetap melakukan sesuatu yang berarti yaitu merapikan sesuatu. Daripada aku membuang waktu untuk mengobrol di telepon, bergosip dengan teman atau tetangga, atau malah menonton Netflix seharian. Hal ini memang tidak dianggap kemalasan, tapi inilah yang dinamakan PENUNDAAN.

Jadi penundaan itu beda ya dengan kemalasan?

Kemalasan lebih kepada ketidak-mau-an untuk menggunakan energi, alias maunya cuma mager (males gerak), tidak mau kerja, tidak juga ngapa-ngapain. Sedangkan penundaan berasal dari akar kata bahasa latin yaitu procastinare, adalah kata kerja yang berarti "tunda dilakukan sampai besok." Bahkan, penundaan kalau dilihat dari akar kata bahasa Yunani yaitu akrasia yang artinya "melakukan sesuatu dengan berkebalikan atau melawan hal tepat yang seharusnya kita ambil." Sehingga dapat dibilang penundaan adalah setan, karena dapat melukai dan membahayakan diri kita.



Menurut Dr. Piers Steel yang adalah seorang profesor dari Universitas Calgary mengatakan bahwa penundaan yang kita lakukan akan makin membuat kita merasa tambah buruk. Jadi bukannya membuat kita tambah happy, tapi justru memperburuk citra diri kita terhadap diri sendiri. Mengapa hal ini dapat terjadi? Sebab kesadaran dalam diri kita-lah yang akan memberi penilaian dan penghakiman, sehingga bukannya menjadi tambah produktif dan bersemangat, namun kita justru akan masuk dalam sebuah lingkaran setan.


Saat kita menunda, sebenarnya dalam diri kita tidak hanya sadar bahwa kita sedang berusaha menghindari kegiatan tersebut, atau hal yang tidak mau kita kerjakan. Tetapi bahkan pikiran kita juga dapat memberi tahu, jika kita menunda sesuatu hal maka hasilnya akan berdampak buruk. Namun, kita tetap saja melakukan penundaan tersebut. Hampir tidak masuk akal ya? Kalau kita tahu bahwa hal itu akan merugikan diri kita lalu kenapa kita tetap melakukannya?

Seorang Psikolog dari Universitas Sheffield yaitu Dr. Fuschia Sirosis, menyebutkan bahwa tindakan penundaan sebagai akibat dari ketidakmampuan kita mengelola mood negatif. Ya memang benar, banyak orang yang berurusan dengan setan penundaan dan terjebak dalam siklus penundaan kronis ini karena ia memandang pekerjaan yang perlu dia selesaikan tadi terasa sebagai sesuatu yang rumit dan melibatkan banyak emosi negatif. Jadi, kita sekarang paham ya! Ketika kita menunda sesuatu, itu lebih disebabkan karena mood kita yang tidak oke? Boleh dibilang begitu, Setan Penundaan bukanlah kelemahan dari karakter seseorang, ataupun ketidakmampuan diri dalam mengelola waktu. Namun lebih kepada bagaimana cara kita mengelola emosi-emosi negatif dan mood negatif yang kita harus hadapi ketika harus menyelesaikan pekerjaan yang sering kita tunda. Sebut saja rasa bosan, kekhawatiran, rasa terancam atau perasaan tidak aman, frustrasi, stress, rasa tidak suka terhadap suatu pekerjaan tidak percaya diri dan seabreg lainnya lagi adalah beberapa mood negatif yang harus kita kelola.


Penundaan adalan masalah yang terkait pada ketidakmampuan kita dalam mengatur emosi emosi kita, nampaknya seperti masalah ketidakmampuan dalam mengelola waktu. Ya benar, akan menjadi masalah pengelolaan waktu jika kita tidak segera mengatasinya, sebab kebiasaan menunda akan menjadi bagian dari diri kita. Pengaruhnya akan sangat besar untuk kebahagiaan dan kesehatan jiwa raga kita pula. Namun dengan menggali lebih dalam kita dapat memahami akar permasalahannya kemudian mencari solusi dari masalah tersebut.


Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya?

Salah satu caranya adalah dengan berlatih MEDITASI. Dengan meditasi kita dapat mengelola emosi dan mood di dalam diri karena kita diberi kesempatan untuk bisa bertemu lebih dalam dengan diri sendiri. Sehingga akhirnya, kita lebih mengenali diri kita dan dapat membenahi diri menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan berlatih meditasi, kita dapat membawa diri kita lebih dalam lagi, dan menemukan sumber kekuatan yang selama ini tidak kita sadari.



SEGERA IKUTI!


Kelas Meditasi dan Yoga bersama AKC Joglosemar via Offline maupun Online

  • Ananda’s Neo Self Empowerment : Setiap Senin Pukul 19.00 WIB (Offline)

  • Ananda’s Neo Self Empowerment : Setiap Sabtu Pukul 16.00 WIB (Online)

  • Ananda’s Neo Kundalini Yoga : Setiap Kamis Pukul 19.00 WIB

Informasi dan Pendaftaran: 087888858858 / 0816677225 / 082227774618



SEGERA DAPATKAN!


Buku Alam Sana Alam Sini karangan Guruji Anand Krishna.


Buku ini bukanlah tentang Time Management dalam pengertian umum. Time Management umumnya dikaitkan dengan hidup sehari-hari di alam ini. Pertanyaannya, apakah alam ini dapat dipisahkan dari alam sana? Ma Mahamaya, Bunda Alam Semesta, menjelaskan “Tidak, tidak dapat dipisahkan. Alam adalah alam. Mereka yang bicara tentang dimensi keberapa dan berapa dimensi - mau tiga, lima, atau tiga ribu, tiga juta, lima juta dimensi, dan berjuta-juta lapisan alam - belum tahu kalau semuanya masih menjadi bagian dari alam ini juga... “Alam sana hanyalah refleksi dari alam sini. Alam Ini terasa nyata bagi mereka yang berada di alam ini, alam sana terasa tidak nyata. Sebaliknya, bagi mereka yang berada di alam sana, alam tempat kau berada saat ini adalah tidak nyata. Alam mereka adalah yang nyata.”


Informasi dan Pembelian: 0878 3161 5414





sumber: Hal 31 - 70 . Buku Alam Sana Alam Sini - Anand Krishna



24 tampilan2 komentar

Postingan Terkait