Cari

Pola Hidup Sehat dengan Vegetarian

Pada artikel sebelumnya, telah dibahas mengenai pola makan vegetarian dari sudut pandang kesehatan planet bumi yang dapat mengakibatkan pemanasan global. Pada artikel kali ini, kita akan melihat pola makan vegetarian dari sudut pandang biologi.



Ayurveda (Ilmu Kesehatan Sunda Sindhu Saraswati) memiliki pepatah “Bila pola makan keliru, maka obat apapun tidak berguna. Tapi bila pola makan tepat, maka obat tidak dibutuhkan.” Demikianlah pentingnya pola makan dari sudut pandang Ayurveda. Ayurveda, Meditasi, dan Yoga menganjurkan pola makan vegetarian untuk menjaga kesehatan secara holistik. Pola makan vegetarian saat ini semakin populer dengan berbagai variannya, misalkan vegan (murni hanya mengkonsumsi produk nabati saja), lacto-ovo vegetarian (mengkonsumsi produk nabati, susu, dan telur), lacto vegetarian (mengkonsumsi produk nabati dan susu), dll. Pola makan vegetarian ini pada dasarnya adalah mengkonsumsi makanan dari tumbuhan atau umum dikenal saat ini sebagai plant-based diet.


Bagaimana Vegetarian ditinjau dari sudut pandang biologi?

MITOS : Vegetarian bisa kekurangan protein

FAKTANYA : Tanaman kaya akan protein

Mari kita cermati gambar di bawah ini yang menjelaskan tentang konsentrasi protein pada berbagai tanaman dan hewan. Terlihat jelas bahwa konsentrasi protein lebih tinggi pada tanaman daripada hewan.


MITOS : Sayuran kan ada pestisida?

FAKTANYA : Awas bioakumulasi pada daging?

Dalam ilmu biologi, kita mengenal rantai makanan yang merupakan visualiasi proses atau jejaring makanan dari produsen ke konsumen. Manusia dalam hal ini dapat dikategorikan sebagai konsumen tingkat akhir. Salah satu hal yang berdampak dalam proses rantai makanan adalah proses biokonsentrasi pada setiap organisme di dalamnya. Biokonsentrasi merupakan peningkatan konsetrasi dari zat ataupun mineral dalam tubuh kita. Ketika proses biokonsentrasi terjadi dalam waktu yang cukup lama maka akan terjadi bioakumulasi. Dalam jurnal yang diterbitkan oleh LIPI dengan judul Laju Polutan Dalam Ekosistem Laut oleh Rachma Puspitasari, dijelaskan bahwa proses bioakumulasi ini sangat bergantung antara laju metabolisme mahluk hidup (pengambilan/uptake, penyimpanan/storage, pengeluaran/eliminasi).


Proses pencernaan pada manusia merupakan salah satu bagian dalam metabolisme di dalam tubuh, dimana terdapat proses pengambilan, penyimpanan, dan pengeluaran. Dalam proses pencernaan ini terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara mengkonsumsi makanan dari tumbuhan dan hewan. Pada saat mengkonsumsi makanan dari tumbuhan proses pencernaan akan berjalan sempurna kurang dari 24 jam sedangkan ketika mengkonsumsi daging ikan proses pencernaan akan berlangsung selama 48 jam dan dalam waktu ini akan terjadi proses biokonsentrasi. Apabila kita mengkonsumsi daging maka akan terjadi proses biokonsentrasi dari stress hormone yang dikeluarkan saat hewan disembelih yang tentunya tidak baik bagi tubuh kita selain itu apabila metabolisme sel kita tidak berlangsung dengan baik maka akan terjadi pembusukan. Belum lagi bila kita bicara tentang pestisida yang pastilah terakumulasi pada daging dibandingkan pada tanaman.

Sulit untuk Mulai Vegetarian?

Hal ini dapat dilakukan dengan menurunkan konsumsi daging misalkan dari setiap hari selalu makan menjadi 2 hari sekali dan kemudian semakin diperlama waktunya sampai kemudian berhenti total. Hal ini harus dilakukan secara disiplin. Pada saat itu kita memberi informasi ke otak, dan dengan kemampuan plastisitas otak kita bisa mengirimkan sinyal ke saraf-saraf yang semula craving terhadap daging menjadi tidak craving lagi. Lebih lanjut tentang vegetarian, bisa kalian simak di video berikut ya!

https://youtu.be/2fcwHY8f00w
14 tampilan0 komentar

Postingan Terkait