Cari

Cara Melewati dan Sembuh dari Patah Hati (BROKEN HEART)


Apakah saat ini kalian sedang mengalami patah hati?
Bagaimana cara melewati fase-fase tersebut dan sembuh dari patah hati?

Setiap kali seseorang mengalami patah hati ada dua akibat yang akan terjadi, yaitu:

1. Semakin terpuruk dan jauh dari jodohnya, atau

2. Bangkit kembali seperti sediakala.



Kalian pilih yang mana???

Jika kalian berada disini dan membaca artikel ini, berarti kalian pernah merasakan patah hati atau sedang mengalami patah hati. Semoga artikel ini bisa membantu ya! Masalah yang sering terjadi ketika mengalami patah hati adalah depresi dan kita menjadi semakin terpuruk, tetapi ada juga orang yang justru segera bangkit seperti sediakala.


Tahap-tahap yang perlu dilalui jika ingin bangkit dari Broken Heart, antara lain:

1. Tahap Denial, Penyangkalan, Penolakan

Ini terjadi ketika kita menerima kabar bahwa kita diputuskan dalam suatu hubungan, yang dimaksud disini tidak harus berkaitan dengan pasangan, akan tetapi bisa dengan sahabat, bisa dengan kondisi lain-lain. Hal ini mengakibatkan harapan yang akhirnya tidak tercapai. Disini kita berarti melalui tahap denial, yang bisa diartikan sebagai penyangkalan. Kita menyangkal bahwa apa yang terjadi saat ini, tidak terjadi terhadap diri kita, seolah - olah kita sedang memberikan kabar buruk pada diri kita sendiri. Pada tahap ini kita menolak untuk mendengar apa yang tidak ingin kita dengar dan cenderung melarikan diri dari kenyataan.


Seorang Sufi bernama Rumi pernah mengatakan:

“Once your heart is broken open and journey deep inside” 

Beliau menyampaikan bahwa mengalami patah hati, walaupun pedih dan menyakitkan, itu bukan selalu pertanda yang buruk. Banyak orang-orang yang justru memulai perjalanan spiritualnya dari broken heart. Jadi, ketika kita sedang pada tahap denial atau menyangkal, jangan terlalu berlarut-larut didalamnya.



2. Tahap Perlunya Menyadari Apa yang Terjadi dan Melakukan Katarsis

Penting bagi kita untuk sadar bahwasannya apa yang kita rasakan adalah sakit hati, sedih, dan sebagainya. Kita belum sampai ke tahap menerima. Hal terpenting pada tahap ini ialah emosi yang kita rasakan. Jika ingin menangis, maka lakukan itu, menangislah! Jika ingin meraung–raung, maka lepaskan itu pada tempat yang aman dan nyaman!


Tahap ini bisa disebut dengan katarsis. Hal ini sangat penting dilakukan dan tidak boleh dipendam. Patah hati disini bukan secara fisik atau organ hati yang sakit. Tetapi jika tidak ditangani secara cepat, broken heart ini akhirnya juga bisa menyerang organ fisik jantung dan hati. Hal ini dikarenakan karena adanya hubungan antara mind (pikiran; perasaan) dan fisik, saling terkait satu sama lain.



Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa orang-orang yang mengalami patah hati ternyata memang ada pengaruh dibagian otaknya tertentu, yang mana memang berkaitan dengan perasaan dan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap organ-organ tubuh yang lainnya. Jadi, hal terpenting dari fase ini adalah untuk menyadari bahwa kita sedang patah hati. Memang kita sedang mencoba mengatasi rasa kepedihan ini, tidak apa-apa dan itu adalah hal yang wajar.


3. Tahap Mengatasi Rasionalisasi

Pada tahap ini, saat kita mengalami patah hati, kita berusaha mencari apa yang salah dari kita sehingga kita cenderung meyakinkan diri kita sendiri selama ini sudah melakukan yang terbaik dan pemikiran yang lainnya. Memberhentikan pemikiran rasionalisasi tersebut adalah wajib, banyak sekali kejadian seperti kita berpikir dan mengharapkan bahwa minggu depan dia akan kembali, atau kita berdoa kepada Tuhan agar dia kembali ke genggaman kita. Dan kita membuat janji yang macam-macam seperti saya akan lebih berbakti kepada orang tua, atau saya akan berhenti dugem jika dia kembali. Hal ini banyak sekali dijumpai di masa sekarang ini.


Sering kali juga kita meminta bantuan kepada orang lain untuk melakukan suatu hal agar mantan kembali mencintai kita, ini kurang tepat! Kita seharusnya meminta bantuan bagaimana caranya membenahi diri sendiri, merubah energi kita ke arah yang lebih baik. Saat ini dilakukan, maka otomatis segala sesuatu akan ikut berubah menjadi lebih baik pula.



Saat kita merasakan hal seperti ini, kita menginginkan solusi yang singkat. Contohnya membutuhkan adanya seseorang atau siapapun yang menyelamatkan kita untuk keluar dari perasaan yang begitu menyakitkan. Kita mengharapkan pengarahan tentang apa yang kita harus lakukan dari kepedihan yang begitu mendalam ini. Tetapi di lain sisi, banyak orang juga malah justru akan langsung mencari pasangan lain untuk terlibat dalam hubungan yang baru. Ini merupakan suatu kekeliruan, jika kita belum beres dengan patah hati sebelumnya dan langsung masuk ke suatu hubungan baru. Hal ini akan merusak hubungan yang baru tersebut atau kita tidak menjadi bahagia karena itu hanyalah pelarian diri.



4. Tahap Menyerah, Pasrah dan Bersyukur

Ketika kita sudah menyadari bahwa apa yang terjadi biarlah terjadi dan mulai mencoba menerimanya, berarti kita sudah masuk ke tahap dimana diri kita sedang berkomunikasi dengan kesadaran yang lebih tinggi yang disebut juga dengan hati Nurani. Kita bisa mencapai tahap ini lebih mudah dengan cara meditasi, ini akan membantu mencapai suatu keheningan di mana akhirnya kita bisa mendengarkan hati Nurani kita.


Bapak Anand Krishna menyarankan, ketika kita sedang berkecamuk bingung dan mempunyai banyak masalah, lebih baik kita duduk hening dan tidak menerima banyak masukan dari orang lain karena kita akan semakin bingung. Di dalam keheningan tersebut kita akan mendapat jawabannya dengan mendengarkan hati Nurani. Hal ini bisa terjadi karena kita memperolehnya dari kesadaran yang lebih tinggi. Setelah itu, tahap-tahap berikutnya pasti akan lebih mudah untuk dilalui.


Cobalah untuk berkencan dengan diri sendiri, lakukan hal-hal yang selama ini ingin kalian lakukan! Tetapi perlu diingat, jangan mencoba hal-hal yang negatif seperti narkoba, dan lain-lain! Cobalah hal-hal positif seperti melukis, menari, atau apapun itu yang ingin kalian pelajari, maka lakukanlah! Kedepannya ini akan sangat membantu untuk mengarungi lautan patah hati. Jika ingin mengurung diri, silahkan! Tetapi ingat, hanya satu-dua hari saja dan jangan berlebihan, karena akan memperburuk situasi kalian saat ini.



Penyembuhan diri apalagi luka batin akan sangat terbantu jika kita berada di sekitar orang – orang yang mendukung kita. Tetapi jangan kaget ketika pada akhirnya kita keluar dan kembali bersosialisasi, kita melihat banyak pasangan di jalan, restoran, atau bahkan bioskop. Hal ini dapat menyebabkan kita kembali berpatah hati. Cobalah untuk melihat itu semua dari prespektif yang berbeda, menyadari bahwa kita masih mempunyai harapan untuk menemukan seseorang kembali!

.

5. Puasa Media Sosial

Jika kalian sudah putus hubungan dengan pasangan, penting untuk mencoba puasa media sosial. Mengapa? Karena apa yang sering terjadi adalah kita stalking, maksudnya mengikuti dan ingin mencari tahu tentang mantan, apakah dia sebetulnya menderita juga seperti kita, atau malah justru makin bahagia. Hal-hal seperti itu akan sangat menyiksa kita, apalagi kita mempunyai sedikit dendam, hal tersebut justru membuat kita ingin melihat bahwa dia juga sengsara. Lupakan hal-hal itu karena hanya akan menyiksa diri kita.



6. Mengembalikan Barang-Barang Pemberiannya

Ada sebuah cerita di film, menceritakan seseorang yang sedang patah hati melakukan sesuatu yang positif. Ia membuka wadah untuk mengajak orang-orang yang sedang berpatah hati juga untuk mengembalikan barang-barang yang telah diberikan atau mempunyai kenangan tersendiri bersama mantannya. Hal itu ternyata merupakan suatu terapi proses penyembuhan. Ada baiknya jika kita tidak menyimpan barang-barang yang diberikan oleh mantan, karena itu justru akan menyiksa kita dan bisa semakin sulit untuk terlepas dari Broken Heart.



7. Tahap Perenungan dan Mengambil Pelajaran Dari Setiap Kejadian

Terakhir, nikmati apa saja yang kalian lalui! Karena segala sesuatu sudah terlewati dan kita tidak bisa merubah apa yang terjadi di masa lalu. Jika memang ada suatu penyesalan, tidak apa-apa menyesal, tetapi jangan terlalu lama. Jika menyesal terus-menerus, itu tidak akan membantu dan hanya akan memperboros masa depan. Jangan terlalu memikirkan masa depan, yang penting apa yang harus dilakukan sekarang, lakukanlah dengan sungguh-sungguh dengan apa yang kita miliki sekarang. Lambat laun kita pasti akan keluar dari permasalahan tersebut.


"Merenungkan masalah dan mengambil pelajaran dari ini semua adalah hal terpenting. Hikmah yang dapat kita petik selama mengalami patah hati akan membantu, mungkin untuk perkembangan spiritual atau evolusi spiritual. Segala sesuatu ini pasti ada hikmahnya" 




sumber : Cara Melewati dan Sembuh dari Patah Hati (Broken Heart)

youtube by Ma Archana - Kesehatan Holistik

https://youtu.be/w-im6aHYdoo