Cari

Hal Penting tentang Insomnia yang Perlu Diketahui



Tidur merupakan salah satu komponen penting untuk menjaga kesehatan individu. Tanpa tidur, manusia akan mengalami gangguan dalam kualitas hidupnya. Tidur adalah saat yang ditunggu-tunggu supaya badan bisa beristirahat di malam hari setelah melakukan banyak aktifitas sepanjang hari. Untuk mencegah adanya penurunan kesehatan dibutuhkan energi yang cukup dengan pola tidur yang sesuai.

Bagi sebagian besar orang, tidur adalah hal yang mudah. Namun, bagi beberapa orang tidur merupakan suatu hal yang sangat sulit dilakukan. Ketika Anda sering terbangun berkali-kali di malam hari, tidur terasa tidak nyenyak dan merasa gelisah sepanjang malam, atau bahkan tidak bisa tidur sama sekali di malam hari. Jangan-jangan Anda mengalami insomnia!

Kenali Insomnia dan Dampaknya

Insomnia adalah kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur. Walaupun ada kesempatan untuk itu dan gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun dan beraktivitas pada siang hari. Oleh Levenson dkk (2015) dalam The Pathophysiology of Insomnia disebutkan bahwa gangguan insomnia ditandai dengan ketidakpuasan kronis terhadap kuantitas dan atau kualitas tidur yang berhubungan dengan kesulitan tidur, sering terbangun di malam hari dengan kesulitan kembali tidur, maupun bangun lebih awal di pagi hari dari jam bangun yang diinginkan.


Kebiasaan durasi tidur yang pendek merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kualitas tidur yang buruk. Apa saja dampaknya jika kualitas tidur buruk?

  • Dari segi fisik, kurang tidur dapat menyebabkan muka pucat, mata sembab, badan lemas dan daya tahan tubuh menurun sehingga mudah terserang penyakit.

  • Dari segi psikis, kurang tidur dapat menyebabkan perubahan suasana kejiwaan, sehingga penderita akan menjadi lesu, lamban menghadapi rangsangan, dan sulit berkonsentrasi, serta gangguan mood.

  • Apabila hal ini terus berlanjut hingga bertahun-tahun dapat berdampak pada gangguan memori, kemampuan kognitif, serta gangguan kesehatan lainnya seperti tekanan darah tinggi, stroke, serangan jantung, hingga masalah psikologis kronis serta depresi.

Media Elektronik Berpengaruh Terhadap Insomnia pada Remaja

Oleh Judith Owens (2014) dalam Official Journal of The American Academy of Pediatrics disebutkan faktor penyebab insomnia pada remaja disebabkan karena pola tidur yang buruk akibat dari penggunaan media elektronik (televisi, komputer, gadget, dll), penyakit migren, nyeri, gangguan psikologi, depresi, kafein, nikotin, dan rokok. Hal ini diperkuat dengan penelitian Haryono (2009) penyebab insomnia pada remaja usia 12-15 tahun disebabkan oleh gaya hidup remaja dan pola aktifitas remaja di luar jam sekolah.


Jam normal yang seharusnya digunakan untuk istirahat dan tidur bagi para remaja, dialihfungsikan oleh remaja untuk melakukan kegiatan lain. Kegiatan yang dilakukan oleh para remaja seperti mengerjakan tugas sekolah, menonton televisi, ataupun waktu tidur malam remaja banyak digunakan untuk bermain games online dan bermain gadget. Aktivitas padat dan kompleks pada remaja mengakibatkan kelompok usia ini rentan mengalami gejala gangguan tidur salah satunya adalah insomnia.

Peningkatan Insomnia Masa Pandemi COVID-19

COVID-19 merupakan penyakit baru yang sudah menjadi pandemi global. Penyebaran yang sangat cepat di seluruh dunia banyak membuat masyarakat takut terinfeksi penyakit tersebut. Hal ini dapat berpengaruh terhadap kualitas dan pola tidur masyarakat yang menimbulkan terjadinya insomnia. Melalui systematic literature review yang dilakukan oleh Haryanti (2020) menunjukkan pandemi COVID-19 berdampak terhadap kejadian insomnia di masyarakat serta memperburuk gejala pasien yang sudah terdiagnosis insomnia. Hal ini terjadi karena ketakutan masyarakat terhadap penyakit COVID-19. Selain itu, kondisi pandemi COVID-19 cenderung memberi dampak negatif dalam beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas tidur seseorang karena banyak perubahan yang terjadi dalam rutinitas sehari-hari, hidup dalam ketidakpastian, rasa takut akan kesehatan, rasa khawatir akan situasi dan durasi pandemi yang berkepanjangan, kehilangan pekerjaan, isolasi mandiri di rumah, hilangnya tempat hiburan dan berkurangnya interaksi sosial antar individu.

Penasaran kan bagaimana cara terbaik untuk mengatasi insomnia tersebut? Simak video berikut untuk tahu jawabannya ya!

https://youtu.be/nvRDjKnBVl0
6 tampilan0 komentar

Postingan Terkait